
Sejarah Perusahaan
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Timor Tengah Selatan merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang penyediaan layanan air minum bagi masyarakat. Layanan air bersih di Kabupaten Timor Tengah Selatan mulai beroperasi pada tahun 1983 melalui proyek bantuan Pemerintah Pusat yang dikelola oleh Badan Pengelola Air Minum (BPAM) berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 195/KPTS/CK/1983. Selanjutnya, pada tahun 1994, pengelolaan beserta asetnya diserahkan kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Timor Tengah Selatan dan status BPAM resmi berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Timor Tengah Selatan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 1994.
Sejak awal berdiri, perusahaan memiliki komitmen untuk menyediakan air minum yang sehat, aman, dan memenuhi standar pelayanan bagi masyarakat. Dalam perjalanannya, penyediaan air bersih di Kabupaten Timor Tengah Selatan menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan sumber air baku, kondisi geografis yang berbukit, serta tingginya risiko kekeringan pada musim kemarau. Pada masa awal, masyarakat masih bergantung pada mata air, sumur, dan air hujan sebagai sumber utama air bersih.
Memasuki periode 2017–2023, pemerintah mulai memperkuat ketahanan sumber daya air melalui pembangunan Bendungan Temef dan pengembangan berbagai inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi Air Water Generator (AWG) sebagai alternatif penyediaan air bersih. Setelah Bendungan Temef diresmikan pada tahun 2024, sistem penyediaan air berkembang menjadi lebih terintegrasi dengan memadukan bendungan, jaringan perpipaan, konservasi mata air, dan teknologi pendukung sehingga pelayanan air bersih menjadi semakin andal.
Selain terus mengembangkan infrastruktur, perusahaan juga menghadapi tantangan berupa perluasan jaringan distribusi, keterbatasan anggaran, hingga gangguan operasional akibat bencana alam. Tantangan tersebut menjadi pendorong bagi perusahaan untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Memasuki era transformasi digital pada 2025–2026, Perumda Air Minum Kabupaten Timor Tengah Selatan mulai mengimplementasikan berbagai pembaruan, antara lain sistem pembayaran digital, website resmi sebagai pusat informasi, layanan pelanggan berbasis digital, digitalisasi data pelanggan, penerapan smart water meter, serta pengembangan sistem monitoring distribusi air. Di sisi tata kelola, perusahaan juga memperkuat profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas melalui pembaruan manajemen dan peningkatan kualitas pelayanan.
Dengan semangat memberikan pelayanan terbaik, Perumda Air Minum Kabupaten Timor Tengah Selatan terus berkomitmen mewujudkan layanan air minum yang berkualitas, berkelanjutan, dan berbasis teknologi. Melalui inovasi, penguatan infrastruktur, transformasi digital, serta tata kelola yang profesional, perusahaan berupaya menjadi penyedia layanan air minum yang terpercaya dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan.